Entah harus dengan apa ku awali tulisanku ini.
Begitu sulit mulutku mengeluarkan kata. Hanyalah tangan kanan, pulpen, dan
beberapa lembar kertas yang mampu menerjemhkan hati dan perasaanku saat ini,
Luka ini amat dalam ku rasakan, sangat sulit tuk ditahan,
semakin kuat menerjang, bagaikan hembusan badai, bagai getaran meletusnya
gunung. Betapa sakitnya hatiku mendengar semua yang terungkap dari mulutmu.
Namun, ini semua telah terjadi.
Aku bingung, jalan mana yang harus ku ambil apakah
bertahan dengan mu atau melupakanmu ?
Aku benar benar bingung,,,,
Disaat aku sepenuhnya mencintaimu kau malah
memperlihatkan sandiwara yang dramatis kepadaku. Disaat aku mengasihimu dengan
tulus, ikhlas dan apa adanya engkau membalasnya dengan untaian-untaian kata yang
menyentuh batinku, namun bagaikan dongeng sebelum tidur yang menghibur seorang
anak hingga ia terlelap. Sungguh begitu sangat tak ternilai ketulusanku
terhadapmu. Seiring berjalannya waktu, di sini aku hanya mampu diam.
Sungguh aku ingin berlabu bersamamu dengan bahtera
kasih sayang yang kokoh di samudera perjalanan hidupku, di bawah langit
keabadian cintaku, di atas bumi kebesaran cintaku.
Namu sayang, engkau
malah membawa angin penghancur bahteraku, gelombang penenggelam ketulusanku,
petir penghancur keikhlasanku. Tidakkah kau menghargai perjuanganku
mendapatkanmu ? Anugerah terindahku adalah ketika aku memilikimu. Aku sangat
sayang padamu hingga melebihi rasa sayang terhadap diriku sendiri.
Belum ada tanggapan untuk "Ungkapan Hati"
Posting Komentar